Wednesday, January 2, 2013

Sawarna yang Lain di Pesisir Bayah

Bayah, masuk dalam Kabupaten Lebak yang terletak di bagian selatan Provinsi Banten. Bayah identik dengan pantai Sawarnanya, tapi ternyata ada pantai-pantai lain yang gak kalah kerennya dari Sawarna. Kali ini gua akan share hasil touring bersama 8 orang kawan menuju Bayah.

Ambil start dari Bogor sekitar jam 7 pagi, molor 1,5 jam dari yang direncanakan. Dengan 4 motor, kami siap menuju ke sana. Dengan rute Bogor-Cihideung-Caringin-Cikidang-Pelabuhan Ratu-Bayah, perjalanan ditempuh kurang lebih 5 jam perjalanan. Sebelum masuk Cikidang, ada baiknya mampir ke pom bensin untuk mengisi bahan bakar karena di Cikidang gak ada pom bensin dan panjang jalannya yaitu 40 KM.

Jalanan Cikidang cukup menantang, jalanan yang berbelok-belok dengan kemiringan yang kira-kira 60-70 derajat cukup membuat motor ngeden. Tapi syukurlah, 100% akses jalan Cikidang mulus lus lus!

Sampai di pelabuhan ratu menuju Bayah, jalanan gak kalah seru dari Cikidang. Perjalanan Pel.Ratu-Bayah hampir sekitar 80 KM. Sepanjang jalan minim kendaraan, sangat sepi walaupun siang hari. Tapi udara sejuk dan pemandangannya yang bikin suasana jadi menyenangkan!




Cikidang yoo!


Pelabuhan Ratu dari atas


Braket box patah, sial -____-"

  

 
   Memandang lurus Samudera Hindia dari bukit di Bayah


 
  Di pantai......entah namanya apa ini







Sepertinya ini Pantai Pulomanuk. Terlihat banyak karang karena air yang sedang surut

Ini hanya segelintir tempat indah dari ribuan tempat indah lainnya di Indonesia. Namun sayang, kurangnya promosi dari pemda setempat membuat tempat ini kurang terkenal dan akses jalan serta sarana transportasi yang kurang memadai membuat daerah ini sulit dijangkau dengan kendaraan umum. Walaupun secara menyeluruh, akses jalan ke sana sudah beraspal dan hampir 70% mulus!

Tuesday, January 1, 2013

Malaysia, Saudara yang Dianggap Musuh





Malaysia, satu negara yang merupakan tetangga Indonesia dan Singapura. Dengan jumlah penduduk kira-kira 27 juta Jiwa dengan luas wilayah hampir 300.000 Km2 Malaysia termasuk negara berkembang yang bisa dikatakan makmur. Jangan samakan dengan Indonesia dengan wilayah yang sangat luas dengan jumlah penduduk yang hampir 250 juta jiwa.

Malaysia, Singapura, Brunei bahkan mungkin negara-negara ASEAN dahulu merupakan satu kawasan yang disebut Nusantara. Ingat saat Majapahit mendirikan kerajaan di daerah Melaka, atau Sriwijaya yang menaklukan wilayah Laos dan sekitarnya? CMIIW :D. Itulah mengapa Indonesia, Singapura dan Brunei serta Thailand Selatan memiliki bahasa yang sama, yaitu bahasa Melayu, dan bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu yang disempurnakan. Juga itulah mengapa Indonesia dan Malaysia terutama memiliki kebudayaan yang hampir sama, bahkan saling mengklaim itu miliknya.

Sejak kedatangan kolonial barat dari eropa menjelajah dunia, Inggris berhasil menguasai wilayah Malaya sedangkan Belanda menguasai wilayah Indonesia. Ini yang membuat kita menjadi pecah, satu kawasan yang dulu disebut Nusantara kini harus terbagi akibat penjajah. Makanya tahun 1962-1966, terjadilah sebuah operasi Dwikora yang Soekarno saat itu bertujuan untuk menyatukan kembali Malaysia dan Indonesia menjadi wilayah Nusantara. Tetapi saat itu masyarakat Malaysia tidak mau, dan terjadilah kontroversi dan konflik antar negara ini yang terkenal dengan "Ganyang Malaysia".

Bisa kita saksikan di berbagai media, terjadi saling mengklaim kebudayaan antara Malaysia dan Indonesia. Seringkali media membuat panas masalah ini, yang memancing emosi dan biasanya di luar fakta yang sebenarnya. Tidak sedikit pula masyarakat Indonesia yang marah saat budayanya diklaim Malaysia. Coba kita ambil kaca, dan tataplah wajah kita sendiri. Sejauh mana kita sudah melestarikan budaya kita? Apakah kita pernah melakukan sedikit usaha untuk melestarikan budaya kita? Apakah kita pernah menyaksikan di televisi budaya kita diperkenalkan dan ditampilkan ke depan publik? Tidak kan? Kalaupun ada, itu saat terjadi konflik saja. Bukankah televisi kita lebih bangga menyiarkan tayangan yang bersifat hedonisme, kekayaan, harta, tahta, wanita bahkan elang peliharaan? Bukankah kita lebih bangga melihat tayangan berbau Korea, Jepang, atau negara lain? Kita lebih senang mengikuti cosplay pakaian adat jepang, tapi malu saat memakai batik ke mall? "Mau undangan kemana mas?"



Gua sendiri bukan orang yang anti sama tayangan Korea, Jepang, atau sinetron. Tapi kita juga harus ingat, kita masih memiliki banyak kekayaan budaya. Belajarlah dari negara Jepang, meskipun Jepang adalah negara modern, tapi Jepang tidak lupa siapa dirinya sebenarnya. Dia tidak lupa akan budaya dari leluhurnya, tidak lupa akan jati dirinya yang membuat Jepang kini menjadi negara maju. Tayangan sinetron yang hanya mementingkan urusan kekayaan, wanita dan elang, sungguh miris. Kehidupan Indonesia senyata film itukah? apa pernah sedikit aja menengok ke bagian Indonesia Timur dan perbatasan? Bagaimana kehidupan mereka?

 Oke kembali ke topik. Jadi, untuk apa kita harus marah, sewot, emosi, dan demo saat budaya kita diklaim bahkan diambil sama Malaysia? Analoginya, lu punya buah mengkudu, tapi lu gak suka buah itu. Saat ada orang yang mau ambil atau minta buah mengkudu lu itu, malah gak boleh. Terus selanjutnya mau diapain? Nunggu sampe mengkudu itu pergi sendiri? Sampe lu botak belah tengah juga gak mungkin itu mengkudu guling-guling sendiri ninggalin lu.

Media, masyarakat selalu saja menyalahkan pemerintah. Dianggap gak tegas atau apalah. SBY memang kurang tegas, tapi gua rasa apa yang beliau lakukan untuk tidak menyerang Malaysia adalah benar. Untuk apa menyerang? Cuma buang uang miliaran untuk membela apa yang gak pernah kita bela.

Sadarlah kawan, Malaysia bukanlah musuh kita. Sesungguhnya musuh kita adalah negara barat. Kalaupun mereka membuat satu tindakan kontroversial, itu hanyalah oknum yang hanya ingin memecah kita. Seharusnya kita berterima kasih sama mereka, dengan mereka mengklaim budaya kita, kita menjadi sadar bahwa upaya kita masyarakat Indonesia untuk melestarikan budaya masih kurang. Tak perlu marah, sewot, ngedumel atau demo, cukup renungkan dan pikirkan. Apa kita sudah bertindak dari dalam diri kita sendiri?




Sunday, October 7, 2012

Contoh Surat Lamaran Pekerjaan

Nah buat kawan-kawan yang mau pada ngelamar kerja, atau ngelamar kuliah (ngelamar cewek kaga perlu pake surat) ane mau kasih contoh surat lamaran kerja yang baik dan benar sesuai dengan struktur dan penggunaan bahasa yang baik dan benar. Lihat contoh di bawah ini,






Nah, ini dia contohnya. Oke saatnya ane jelasin satu-satu,
1. Perhatikan struktur pembuatan surat lamaran pekerjaan. Bisa pakai full block atau semi block. Ane di sini pake semi block.
2. Seperti yang ditandai kotak warna coklat, tulis tanggal pembuatan surat.
3. Tulis Lampiran dan Perihal surat, serta alamat surat akan dituju seperti paka kotak warna hijau.
    A. Untuk lampiran, tulis sesuai dengan banyaknya lampiran yang akan disertakan. Misal ada 6  lembar, tulis pada lampiran 6 lembar. Atau kalo gak mau repot, tulis aja satu berkas. Untuk perihal, tujuan kita disini adalah melamar kerja, maka tulislah perihalnya yaitu Lamaran pekerjaan.
    B. Untuk alamat surat, biasa kita melihat kebanyakan surat yaitu "Kepada yth. PT .......... ". Untuk efisiensi tulisan dan merupakan pembaruan dalam penulisan surat, cukup ditulis "Yth. Pimpinan PT ......." Untuk nomor gedung/bangunan, cukup ditulis langsung nomornya saja tidak perlu pakai "no." terlebih dahulu. Sudah paham? Oke lanjut poin empat.
4. Tulislah isi surat dimulai dengan pembukaan. Ingat, pembukaan harus dimulai "Dengan hormat," tidak boleh yang lain karena ini adalah surat resmi. Kemudian, perhatikan darimana kita mendapatkan info lowongan pekerjaan tersebut. Kalau dari web, tulis dari web ini tanggal sekian. Kalo dari surat kabar misal kompas, tulis dari harian ini tanggal sekian. Penulisan "harian" - nya kecil dan "Kompas" - nya pake huruf kapital. Kemudian perhatikan juga penulisan urutan nama, tempat tanggal lahir, alamat, dan pendidikan terakhir, HURUF AWALNYA HARUS KECIL. Mengapa? Karena itu semua masih berada di dalam satu kesatuan kalimat, belum dititikkan. Lanjut, tulislah sebagai tenaga apa kita akan bekerja dan pendidikan apa yang telah ditempuh.
5. Untuk penulisan lampiran, sama seperti penulisan urutan nama yang pertama. Tidak memakai huruf besar di awal hurufnya. Pakai tanda koma, atau titik koma ( ; ) pada akhir kata seperti pada contoh. Gunakan tanda titik untuk urutan yang paling terakhir.
6. Kemudian, tuliskan penutup surat seperti yang ada pada contoh.
7. Terakhir, beri materai dan tanda tangan surat sebagai tanda bahwa surat lamaran kerja tersebut sah. Tulis nama lengkap pengaju (boleh ditambah gelar).

Gimana, sudah paham? Kalo masih belum paham, silakan bertanya. Sharing ilmu itu gak rugi ko :D

Saturday, October 6, 2012

Sukses Menurut Gue........

"Papa mau kamu jadi insinyur, supaya kamu jadi orang sukses!"
"Mama mau kamu kerja di perminyakan, supaya bisa cepet dapet uang!"

Mungkin inilah salah satu petikan perkataan orang tua kepada kita yang menginginkan kita menjadi sukses di masa depan. Memang gak salah kalo orang tua pengen anaknya menjadi orang hebat, orang terpandang di masa depan. Siapa sih orang tua yang gak bangga anaknya sukses, anaknya hebat? Pasti semua orang tua sangat bangga. Tapi, ada tapinya. Semua itu gak gampang, butuh modal dan perjuangan buat ngedapetinnya.

Nah makanya gak heran di masa sekolah kita berusaha untuk mencari nilai yang setinggi-tingginya, agar masuk ke sekolahan, ke perguruan tinggi favorit yang lulusannya banyak dicari sama perusahaan ternama. Abis lulus, dapet kerja. Apalagi kerjaannya yang "wah", mungkin umur 27 udah bisa beli rumah mewah, mobil sama apa yang kita mau.

Tapi sadar gak sih kalo apa yang orang tua pengen belum tentu cocok buat kita? Coba bayangin, misalnya orang tua mau kita jadi insinyur, sedangkan kita punya hobi motret? Dan karena kita takut sama beliau, akhirnya kita menutup hobi dan bakat itu, kemudian memaksakan diri seperti apa yang orang tua mau. Akhirnya kita pun didesak buat mendapat nilai eksak baik di sekolah, dapet nilai setinggi tingginya padahal kita sama sekali gak tau sama apa yang sedang kita lakukan.

Kita akan merasa takut kalo suatu saat nanti nilai kita ancur di sekolah. Bakal penuh penyesalan, meringis kalo kita dapet nilai jelek. Makanya kita sekuat tenaga buat mempertahankan nilai, cara yang biasa dilakukan adalah "menyontek, dan menyogok". Emang udah gak aneh, tapi itulah realita. Siapa yang salah? Siapa yang harus disalahkan? SADARLAH BUNG! Nilai bukan apa-apa! Nilai bukan penunjuk orang buat sukses di masa depan! Cari nilai itu gampang sob, tapi mempertanggungjawabkan nilai yang kita dapet itulah yang susah. Jujur akan lebih bernilai, daripada nilai yang didapat dari ketidakjujuran.

Jalani pekerjaan yang lo kuasai! Kalo emang kita hobi sama fotografi, jalani dan matangkan hobi itu untuk dijadikan pekerjaan kita nanti. Gak perlu memaksakan diri buat jadi insinyur. Ngapain cape-cape belajar eksakta, kalo cita-cita kita mau jadi fotografer? Fisika cuman mempelajari bagaimana kamera bekerja ko, gak mempelajari bagaimana seni menggunakan kamera tersebut. Kalo emang gaji seorang fotografer kecil, gak jadi masalah. Asalkan lo bahagia menjalani karier lo. Suatu saat nanti juga lo bakal jadi seorang fotografer berpengalaman, dilirik banyak orang dan karier lo udah gak usah ditanya lagi. Hidup itu bertahap. Manusia lahir ke bumi gak langsung dewasa. Sama halnya karier, lo lulus kuliah gak akan langsung kaya, gak akan langsung dapet banyak uang. Inget, kaya belum tentu sukses tapi sukses udah pasti kaya. Berfikirlah efisien, maka kesuksesan ada di belakang lo!

Mungkin ini salah satu contoh realita kehidupan yang kita (termasuk gua) hadapi. Mulai sekarang, marilah kita sadar akan bakat dan hobi kita. Jangan paksakan apa yang kita gak mau dan gak suka. Galilah dan perdalam lagi potensi dalam diri kita.

SALAM SUKSES

Carita Bodor

CARITA TILU BEURIT

Dina hiji poe, di dunya sasatoan aya tilu beurit anu manehna teh sohib. Manehna ngekos di handapeun solokan, ana kana tilu keju sabulan taripna. Ngaran eta beurit teh nyaeta Sodikin, Dulang jeung Aburijal. Ayeuna manehna tiluan keur karuliah S-1 jurusan akuntansi.

Hiji peuting, manehna tiluan rek narongkrong di seven eleven. Ceunah mah rek gaul. Pas keur di jalan, manehna meuni ku reuwas sabab ningali babaturan nu sejenna jadi korban tabrak lari mobil ambulan. Sabab ambulan oge teu paduli jeung manehna, enggeus weh eta mayit teh diantep ngagoler di jalanan. Sateuacan nepi ka TKP (seven eleven), manehna tiluan ningali oray kobra. Eta kobra teh ngoray. Sabab sieun dicaplok, manehna nyarumput. Ditingalian eta oray teh nyaeta indung jeung anaknya. Ceunah mah anaknya geuring, sabab letahna kagegel pas keur ngadahar jangkrik. Alhamdulillah ieu tilu beurit aman, lanjut deui jalan ka sevel.

Di seven eleven, aya deui masalahna. Manehna papanggih jeung jagoan beurit. Eta jagoan ceuk batur mah pernah ngadahar ucing, luar biasa! Jagoan beurit nangtang ka eta tilu beurit.

"Ari maneh teh jagona naon?" ceuk jagoan beurit ka Sodikin.
"Maneh nyaho eta parangkap beurit nu ngaranna sentek? Tah ku aing eta dijadikeun kaulinan, Ajleng ajlengan" ceuk Sodikin ka eta jagoan.
"Bener euy jagoan. Nah, ari maneh jagona naon?" ceuk jagoan beurit ka Dulang.
"Maneh nyaho eta racun beurit anu merekna d***ora? Tah ku aing eta dijadikeun kadaharan sapopoe, geus jiga royco weh eta mah" ceuk Dulang ka eta jagoan.
"Luar biasa euy hebatna! Jig ayeuna, ari maneh jagona naon?" ceuk jagoan beurit ka Aburijal.
"Maneh nyaho eta si Siti ucing kembang desa ti Garut? Eta kabogoh abdi. Insya Allah mah mun euweuh nanaon, 2 bulan deui rek ngajuru." ceuk Aburijal ka eta jagoan beurit.
"Ternyata maraneh teh jaragoan nyaa!"
"Nah ari maneh teh jagona naon jagoan? Ari ceunah pernah ngadahar ucing?" ceuk Sodikin.
"Nyaho Upin Ipin? Unggal poe ditongton ku aing!" ceuk jagoan.
"Naon jagona? Apan eta mah film budak leutik, ah siah ngawadul!" ceuk Aburijal.
"Teu make subtitle !!" ceuk si jagoan beurit emosi.

Tilu beurit eta teu bisa ngomong nanaon deui......................